Semarak Festifal Lomba Tongklek Di Alon Alon Tuban 2017

9:29:00 PM


Semarak Festifal Lomba Tongklek Di Alon Alon Tuban Pada Bulan Ramadhan 2017



Semarak Festifal Lomba  Tongklek di alon alon Tuban kali ini sangat meriah dan ramai sekali kawan. Lomba Tongklek (musik penggugah makan Sahur) ini di ikuti oleh puluhan peserta dari dua puluh kecamatan yang ada di Tuban. Para seniman seniman Tongklek turut ambil bagian dalam meramaikan kota yang memiliki sebutan Bumi Wali. Lomba ini telah di gelar pada rabu malam (14/06/2017). 





Tidak hanya sekedar bermain musik tongklek saja, Berbagai (beground Tongklek) pernak pernik replika. Mulai dari replika wayang kulit, ornamen masjid masjid umum yang ada di Indonesia, khas ornamen Bali, sampai ornamen masjid Cina pun juga menambah kekreatifitasan peserta lomba Tongklek.


Acara festival lomba Tongklek ini sengaja di selenggarakan oleh Pengurus Organisasi Ikatatan Pelajar Nahdlotul Ulama ( IPNU Cabang Tuban) kabupaten Tuban dan didukung sepenuhnya oleh Pemkab Tuban serta masyarakat pada umumnya. Dari tahun ketahun tuban selalu mengadakan festifal lomba tongklek untuk meramaikan bulan Ramadhan. 



Tradisi ini sengaja di selenggarakan dan dilestarikan agar nuansa bulan Ramadhan semakian meriah. Dan setiap tahun kegiatan lomba Tongklek akan diadakan kata ketua IPNU Cabang Tuban bapak Sutrisno dalam penyampaian sambutannya.



Dari pemaparan ketua Ipnu cabang Tuban bapak Sutrisno juga mengatakan "festival lomba Tongklek ini sudah berlangsung sejak tahun 1996 lalu dan masih eksis sampai sekarang" ujarnya.




Namun semaraknya baru menuai puncak pada lima tahun terakhir. Perkembangan Seni musik Tongklek yang ada di Tuban dari tahun ketahun mengalami kemajuan yang sangat signifikan terbukti pada Festifal lomba tongklek bulan ramadhan tahun 2017 ini seniman seniman Tongklek menunjukan eksistensi dan kekreatifitasannya yang sangat perlu kita apresiasi bersama. Ketimbang Festifal Lomba Tongklek di alon alon tuban 2016 lalu.


Begitu juga IPNU tidak hanya menggelar Lomba tongklek di tingkat kabupaten namun juga menggelar lomba tongklek di tingkat kecamatan kecamatan yang ada di Tuban. Dari tingkat kecamatan inilah selanjutnya peserta di adu kekreatifitasannya bersama para peserta seniman tongklek lain sekabupaten Tuban.




Untuk alat alat musik (seni musik tradisional Tongklek) yang ada di Tuban mungkin berbeda dengan daerah lain, Alat alat musik yang digunakan tidak hanya kentongan mau pun alat musik tongklek ala kadarnya namun Tongklek Tuban telah di arasemen dengan musik tradisional Jawa seperti Gong, Bonang, gambangan, dan sebagainya.



Di era modern seperti sekarang ini para peserta juga mengarasemen musik Tongklek dengan menambah alat musik Drum dan juga alat musik elektrik seperti piano dan gitar namun untuk lomba tidak di perkenankan dengan alat alat modern seperti gitar,piano hanya boleh dengan alat musik pukul atau hanya di perbolehkan dengan alat alat yang tradisional saja.


Dalam melaksanakan lomba tongklek ini. Para peserta Tongklek harus menunjukan karya musik tongklek mau pun kekreatifitasannya di depan para juri depan panggung dengan durasi waktu sekitar lima menitan di dalam alon alon Tuban. Dari sinilah mereka dinilai oleh para juri mulai dari musiknya, pakaian yang digunakan, begroundnya dan kekompakannya. 



Sesudah itu barulah ke 50 para peserta Tongklek keluar dari alon alon Tuban yang selanjutnya berjalan kejalan raya yang sudah ditentukan. Dengan rute meliputi jalan kartini, Jalan veteran, jalan Basuki Rahmad dan jalan Diponegoro  dan berakhir di garis finis di depan kantor NU Tuban.




Walaupun pada saat jadwal lomba dilaksanakan kota Tuban sempat di guyur hujan namun semangat untuk menunjukan eksistensi serta kekreatifitasan peserta Tongklek tak menyurutkan langkah untuk menjadi sang juara terbaik musik tongklek sekabupaten Tuban. karena sebelumnya diguyur hujan Lomba baru dimulai sekitar jam 22.00 wib dan selesai sampai menjelang waktu imsak. 




Untuk para pemenang festifal Lomba Tongklek Di Alon alon Tuban 2017 kali ini juara 1 diraih oleh Laras kencono dari desa Bongkol-Sumurgung, juara 2 New SGW Budoyo dari desa Jembel-Sugihwaras dan juara 3 diraih oleh kenong Stone dari Klampok-Bejagung. Selamat untuk para pemenang bagi yang belum semoga tahun depan bisa menjadi sang juara.


Do'akan Baim Ya Allah semoga menang, SIp dah mantap jaya hehehe.

Demikianlah Semarak Festifal Lomba Tongklek di Alon alon Tuban 2017 ini yang telah dilaksanakan Rabu malam kemarin. Semoga musik Tongklek (Musik Penggugah makan sahur) yang ada di Tuban bisa eksis dan terus berkembang serta menjadi musik tradisional khas Tuban. Selain musik Tongklek, Tuban juga ada musik bambu yang mantap jaya lo kawan. 

  • Share:

You Might Also Like

34 komentar

  1. Wew, ramai juga ya festival tongkleknya ya,,

    Pantesan jarang terlihat dialam smule, rupanya sedang meliput acara dituban.

    Ojo suwe-suwe cak nang kono,,wes di enteni fitry finja loh kate duet bareng he..he πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolong sementara jagakan Fitri finja dari lelaki lelaki hidung belang ya akang. Abdi masih sibuk nihh hahahaha

      Delete
    2. He..he..
      Sibuk apa sakit tenggorokan.. He..he..

      Hayoo ojo goro hi..hi..

      Delete
  2. Wow.. Meriah banget ya cakjun, pantesan saja cakjun nggak ada ngentayangan di alam semul rupanya meliput lomba. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw, Sabar sabar wahae para demit, pendengar dan penikmat suara saya yang cetar membahenol. di tungguin aja kedatangan saya di alam semol sana, cakjun pasti datang hahahaha.

      Delete
    2. Iya, masalahnya kunti fitri sudah menunggu untuk goyang bareng cakjun.. Haha

      Delete
  3. Meriah banget acara tongkleknya ya cak jun, acara bertema religi yang patut dilestarikan.. apalagi kota Tuban berjuluk kota Bumi Wali, kota bersejarah dalam penyebaran agama Islam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, Iya kang maman harus dilestarikan dan dibudayakan si Tongklek ini

      Delete
    2. Sebentar lagi Ramadan akan meninggalkan kita ya cak, tentunya kita berharap semoga masih bisa bertemu lagi dengan Ramadan di tahun depan...

      Delete
  4. Wah hebatnya, Acara ini menjadi acara yang diagendakan untuk dilaksanakan secara rutin pada tiap tahunnya, dan ternyata cukup konsisten juga ya sejak tahun 1996,

    di daerah Maya ada festival serupa, yaitu festival pesta topeng sekura hanya bukan di bln ramadhan diadakannya, tapi tiga hari setelah hari raya fitri hehe ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, Coba nanti festival Topeng sekuranya di liput juga ya bumay ! Pengen tahu penampakannya dan keseruan pesta topeng sekura seperti apa, Di tunggu lho ya hehehe.

      Delete
    2. hehe
      nggk janji ya, soalnya biasanya belum balik lagi ke lokasi
      masih di suasana berhari raya bersama keluarga alias mudik ria πŸ˜€

      Delete
  5. Wahhh keren, kreatif banget tuh pasti yang buat bisa jadi seperti itu gambarnya, bentuknya, mirip aslinya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya dibuat hampir mirip biar mendapatkan nilai dan bisa juara.

      Delete
    2. wahhhh semoga juara yaaa :D

      Delete
  6. weh meriah tenan e mas, bojonegoro nanti insyallah nanti malam ada festival oklik, hehe
    kunjungan perdana mas, mampir ya di blogq :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau bojonegoro oklik, okay deh entar mluncurr hehehe

      Delete
  7. Bener bener termasuk tradisi ini ya mas..sejak 1996 udah rutin..tiap taunya ada karnafal..
    Mantep tuh desainya mungkin dah ahli kali ya cak..mirip burung bnget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kang sudah pada ahli, hanya saya saja yang belum ahli membuat kayak ginian hehehe.

      Delete
  8. Festival Tongklek yang meriah. Tuban bukan semata bumi yang religius. Lain daripada itu ia juga bumi yang artistik, sarat budaya. Mengingatkan saya akan beberapa nama yang saya kagumi di bumi Tuban. Terimakasih sudah berbagi kehangatan ini.��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap sama sama, btw siapakah gerangan yang engkau kagumi itu ki sanak ? πŸ˜πŸ˜‚

      Delete
  9. Event yang identik di bulan ramadhan,Banyak diselenggarakan festival tongklek baik tingkat desa maupun kabupaten

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap betul banget mas andika, Pokok'e ulan ramadhan dimana mana ada event tongklek hehehe.

      Delete
  10. Festival tongklek di Tuban dari tahun ke tahun memang banyak sekali peningkatan. Kalau dulu waktu saya masih belum tahu keramaian kota, biasanya saya dan teman2 bermain tongklek menggunakan alat seadanya. Bisa botol bekas, gancu, linggis, dll. Yg bisa menimbulkan bunyi 'TINGG..!' saat dipukul..HAHAHA

    Jayalah tongklek bumi wali. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Linggisnya itu lo seng ngak betahi uwong. Merdeka😁

      Delete
  11. wuih, keren tradisinya. Event tahunan begini biasanya selalu dinanti sama mereka yang ikut berpartisipasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap betul banget, selalu dinanti dan ditunggu tunggu pokoknya hehe.

      Delete
  12. Acara festivalnya hampir bersamaan yang ada di tempatku.., sayangnya aku enggak bisa ngeliput.., maklum sibuk nyemul.., hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah nyanyi berapa lagukah hari ini ?😁

      Delete
  13. Waah.. Festivalnya seru.. Membayangkan bagaimana kalau festival serupa juga ada di Kendari.

    ReplyDelete
  14. eh asyik asyik
    aku belum pernah lihat kesenian ini
    yg masjid cheng ho aku suka

    ReplyDelete
  15. Ternyata bagus ya, kreatif pula tongkleknya. Belum pernah sih lihat festivalnya. Padahal dekat. Kalau lihat sehari-hari sering. Biasanya malam keliling kampung. Apalagi dekat rumah bapakku dipakai latihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bapaknya bu nur panjak tngklek juga toh hehhehe

      Delete

Demi kenyamanan bersama berkomentarlah yang relavan. Terimakasih kunjungan Anda