Subali Lapor

8:52:00 PM


Pada suatu ketika Subali melewati hutan Purwa. konon hutan purwa dikenal dengan keangkerannya. Oleh karena itu dalam perjalanan Subali menuju kekhayangan suroloyo. Tak heran jika grombolan Subali dihadang para dedemet yang ada di hutan Purwa setelah melewati gerbang Singosari. 

Salah satu dedemet itu berperawakan tinggi besar, dan sombong yang tak lain, Nama demit itu adalah Mahesa Sura atau lebih dikenal dengan sebutan Prabu Lembu Sura di masanya. Ia merupakan jelmaan demit dari jenis sapi hitam.  

Walaupun Subali sakti mandraguna, Dari keturunan bangsa kera. Dengan wataknya yang keras kepala, bandel dan berani. tidak perduli siapa lawannya. Siapa yang di hadapinya. Maka kalau ada yang menghadangnya. Bagi Subali wajib dihancurkan, Pantangan baginya untuk mundur. 

Akan tetapi Subali masih tak mampu melihat wujud asli dari yang ia hadapi. Subali tak mampu mencari titik kelemahan demit Prabu Lembu Sura. 

Tidak dengan Si Petrok yang mampu melihat siapa sejatinya Prabu lembu sura yang tengah menghadang perjalanannya menuju khayangan suroloyo. 

Peperangan dan baku tembak pun terjadi antara Subali dan Demit Lembu sura. Dengan berbagai cara pun dilakukan Subali agar demit Prabu Lembu Sura dapat terkalahkan namun hingga sampai darah penghabisan Subali tak dapat mengalahkan Demit Mahesasura (Prabu lembu sura). 

Lembu sura, di bedil-mecicil. 

Di suduk mantok-mantok. 

Di tembak Lakak-lakak;

Di anu malah-guyu. 

Petrok yang melihat kejadian tersebut paham betul siapa yang di hadapi Subali. Dengan ajian Kalimosodo yakni ajian yang bisa membisikkan suara kepada Subali. Dengan tidak kelihatan wujudnya. Iya, hanya suaranya saja yang terdengar.

Jangan gerusa gerusa dulu Subali, Dengan Musuh yang sangat besar gitu jangan di musuhi dengan otot atau kekerasan. "kata petrok lewat ajian kalimasodonya".

Kamu sekecil lalat. 

Sedang musuhmu itu seperti Tleler (Truk Besar).

Terus Bagaimana Trokk, La itu demit Prabu Lembu sura besarnya gitu lo ? "balas Subali". 

Hiaaalah,, Bell,, Tobel anak Jiaran !!! Sebesar besarnya Prabu Lembu Sura (mahesa Sura) masih kalah dengan Dalang Li,, Subali. Sebab Dalang itu yang memainkan.


kamu itu harus minta tolong sama dia, yang memainkan dan membuat Demit Prabu Lembu Sura yang tengah kamu hadapi. 

Segera minta tolonglah. 

Sama siapa ?

Itu sama itu.

Itu sama Dalang ki Entos,

Oo,, sama Dalang. "jawab Subali".

Iyaa minta tolonglah sama dalang yang memainkanmu dan yang membuat lakonmu. "Balas petrok"

Subali pun akhirnya mengikuti saran Petrok. Subali yang sudah hampir putus asa menghadapi Demit Prabu Lembu sura lalu segera meminta pertolongan kepada sang dalang.  

Demikianlah kira kira cerita yang bisa saya gambarkan mengenai judul Subali Lapor.

Sama dalang ki Entos yang pada akhirnya ki Entos yang mempunyai julukkan dalang edan hajar wayang buatannya sendiri. 

Dahh,, Lihat aja sendiri dibawah. 

Selamat menyaksikan dan jangan lupa camilan dan kopinya dipersiapkan terlebih dahulu hehe. Lihat seksama dengan bijak.




hehe 100. Saya sangat suka sekali dengan kesenian wayang kulit. Dari ratusan ribu dalang yang ada di Indonesia. Inilah salah satunya yang saya sukai yakni dalang ki Entos Suswono. Vidio ini di unggah pada tahun 2007 silam, Saat pentas di Indosiar. Di mana saat itu tengah masa masa kejayaan ki dalang mendapat juluk'an Dalang Edan. Namun baru semalam saya mengetahuinya. Ngak asik kan kalau lihat sendiri hehehe.

Sangking di sukai banyak orang, dengan kiprah maupun latar belakang seorang ulama, kini Ki Entos Suswono menjabat sebagai Bupati Tegal dengan masa priode 2014-.2019. Selain bisa membuat wayang sendiri dan memainkan wayang kulit. Juga aktif mendalang di beberapa pondok pesantren melalui media wayang wali sanga. Itu lo,, Yang Udud dulu udud dulu. Wayangnya seperti wayang golek. Bolehlah kapan kapan lihat kiprah beliau hehe.

Mengenai cerita diatas : Saya hanya memberikan gambarannya saja. Tidak bermaksut merubah isi yang sebenarnya. (latar belakang,jimat, dll hanya gambaran,ilustrasi.dan imajinasi saya saja).

kalau ngak begini kamu ndak bakalan Tahu, suka, dan lihat wayang wahae yang nyasar di mari hehehe. Sesekali tersenyumlah melepas kejenuhanmu menghadapai problematika kehidupan wkwkw.


Sebesar besar apapun masalah,musibah,ujian dengan apa yang kamu hadapi sekarang. Kalau kamu meminta pertolongan dari Tuhan yang maha kuasa atau yang membuat segala galanya. Pastilah akan hancur, Akan sirna dan kamu akan meraih kebahagianmu. Namun ingat, ujian ialah alat untuk mengukur seberapa kuat dirimu menghadapinya maka jangan lari hadapi dan bersabarlah kata petr0k membisikkan petuah kekuping Admin hehehe.{jangan lupa bahagia".  

  • Share:

You Might Also Like

12 komentar

  1. Suguhan wayang kulit sekarang semakin jarang didapatkan, padahal dalam cerita wayang sering diselipkan nasehat atau pencerahan dengan apik dan menarik
    kalau dulu wayang kulit kerap dipentaskan kalau ada yang hajatan seperti pernikahan dan khitanan, semalam suntuk diisi dg cerita yang khas diiringi gamelan dan tembang-tembang bahasa Jawa, sekarang lebih sering nyanyi-nyanyi hingga larut malam kadang sampai pagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sudah jarang sekali. haduhh,, klau nyanyi nyanyi sampai pagi ya kebangetan, Daerah mana itu yang kayak gitu ?

      Delete
    2. yang pasti bukan di Tuban hehe
      Subali Lapor sukses ya pagelaran wayang kulitnya, semoga kebudayaan seperti ini tetap lestari tidak punah hingga kelak tidak hanya tinggal sejarah

      kalau gitu saya juga wajib lapor 1x24 jam kalau namu di daerah orang lain, biar aman nggk disangka tamu gelap haha

      Delete
  2. He..he..
    Sadis juga dalang ki Entus ya.. 😂

    Subali yang merupakan klan dari bangsa wanara seperti Hanoman memang tergolong makhluk yang diberi kesaktian. Akan tetapi untuk menghadapi lawan seperti mahesa lembu harus menggunakan akal, dan jalan terakhir adalah mengadu kepada Sang Pencipta Lakon Prabu Mahesa Lembu tersebut.

    Cerita ini jika dikupas banyak suri teladan yang baik. Dan biasanya yang paham orang-orang yang tinggal dikayangan.

    Mohon maaf saya permisi dulu, mau beres-beres karena sudah ditunggu kereta kencana 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. ki entsos mah gitu orangnya hehehe. iya hanya orang orang yang tinggal dikhayangan yang tahu, Aku tinggalnya di alam astral jadi yo ndak paham hahaha. Permisi ya permisi, Tapi udud samsoe saya jangan di bawa dong kang mas wkwkw

      Delete
    2. Oh.. Maaf ikut terbawa 😂
      Ya maklum dikayangankan tidak ada yang jual rokok 😅

      Titip salam buat para dhemit, jangan pada nakal ya.. 😂

      Delete
  3. Dalam lakon wayang kulit 'Subali lapor' di atas, sepertinya memang memiliki arti seperti yang sudah dijelaskan admin di akhir postingan.
    Saat kita menghadapi suatu masalah, maka lebih baik melapor (mengadu) pada yang kuasa.

    Lakon dalam pertunjukan wayang kulit memang selalu memberi pelajaran hidup ya, kang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya memang begitu kang, Terselip pelajaran hidup, hehehe

      Delete
  4. Sajian seni wayang kulit ini pernah dipopulerkan oleh Kanjeng Sunan Kali Jaga untuk mengsyiarkan islam pada masa itu mas.

    Cerita alur wayang kulit sering kali mengartikan filsafat kehidupan,

    dengan menelisik bisikan petrok ke subali ini mengingatkan kita agar semua kembali kepadaNYA kapan dan dimana terlebih saat kita menghadapi masalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa yang kau katakan itu benar Pak Bos, Saya tidak bisa memberikan apa apa kecuali secangkir kopi ini, hehehe.

      Delete
  5. Saya baca kalimat terakhirnya terasa sejuk sekali mas..
    "Sebesar besar apapun masalah,musibah,ujian dengan apa yang kamu hadapi sekarang. Kalau kamu meminta pertolongan dari Tuhan yang maha kuasa atau yang membuat segala galanya. Pastilah akan hancur, Akan sirna dan kamu akan meraih kebahagianmu. Namun ingat, ujian ialah alat untuk mengukur seberapa kuat dirimu menghadapinya maka jangan lari hadapi dan bersabarlah..."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisikkan si petrok memang menyejukkan kangg maman.. Mungkin bisa kang maman koleksi.. Hehehe. Makasihh udah mampir. Hehehe.

      Delete

Demi kenyamanan bersama berkomentarlah yang relavan. Terimakasih kunjungan Anda