Mengenal Tokoh Kiayi Kharismatik Mbah Hambali Abu Sujak Ar-Ruslani Pendiri Pon Bod Al Frustasiyah

5:24:00 PM


Lokasi Haul di Pon Bod Al-Frustasiyah, Caruban Lasem Jawa tengah
Tak kenal maka tak sayang. Begitulah perumpamaan yang mempunyai arti secara umum seseorang tidak dapat diketahui pasti jika belum mengenalnya secara dekat. Berasal dari rasa keingintahuan dan ingin mengetahui siapa sebenarnya sosok ulama Mbah Hambali Abu Sujak Ar-Ruslani yang sebelumnya belum pernah sama sekali mendengar nama beliau. saya pertama kalinya mengetahui atau mendengar nama beliau ketika sang Guru sejati dan kawan kawan mengajak untuk mengikuti sebuah acara atau mengunjungi sebuah tempat yang ada di daerah Caruban Lasem Jawa Tengah. Lebih jelas saya mengetahui namanya yang tertulis lewat surat undangan yang ber isikan Haul Khr. Hambali ABu Sujak Ar-Ruslani. 

Beberapa waktu berlalu tibalah hari H nya, Bertepatan dengan kondisi badan saya yang kurang fit. Namun tak menghentikan langkah dan niat saya untuk mengikutinya. Sepanjang menuju lokasi acara saya pun masih belum bisa sepenuhnya menikmati, Lama kelamaan akhirnya lenyaplah sudah, Kondisi jiwa raga tegar, Seolah badan yang kurang sehat ini hilang dibawa angin. Hanya rasa bahagia, kecerian dan sebagainya yang ku rasakan. 


Pon Bod Al-Frustasiyah
Hingga akhirnya tibalah di lokasi kurang lebih pukul 17.45 wib. Bersama kawan kawan saya yang sebelumnya juga tak terduga akan berada di tempat ini.  sebelumnya dua diantara membatalkan karena ada sebuah acara lain. Yang artinya seharusnya didalam mobil harus berisi delapan orang. Maka kita berinisiatif untuk mengajak teman lain untuk mengisi kekosongan bangku tersebut. Dengan cara yang mungkin tak masuk di akal kita. Mengingat latar belakang yang kami ajak ini merupakan teman teman yang mungkin tak akan mau kita ajak. Akhirnya, Lengkaplah sudah bangku tersebut. Dan tibalah rombangan kami dari Tuban menuju Lasem Jawa  kurang lebih 2 jaman dengan selamat sampai tujuan.

Sebenarnya bukan hanya rombangan kami saja yang dari Tuban hadir disini namun ada banyak sekali. Yakni mereka yang memberitahukan atau menyuruh kami datang kesini. Namun kami memilih dengan kendaraan pribadi ketimbang ikut dengan rombongan mereka menggunakan bis. Sebab bisnya sudah tak muat untuk kami naiki, Masak saya naik di atas bis hehehe.


Ini sejalan dengan pesan yang di sampaikan seseorang di peti matiku ehhgg,, Maksutnya kotak masuk. (Inbok-inbok) berisikan. Ajak saja siapa yang mau ikut. Ngak usah bedak bedak ake. Wong gendeng wong bodoh, Tek wong bener endi seng gelem jak'en. ( Tidak usah membeda bedakan orang. Wong gendeng, wong bodoh, wong bener siapa saja yang mau ikut ajak saja). Tapi kalau saya mengajak untuk hal semacam ini jarang dapat teman, Bisa bisa malah dapat bulli dsb. Kalau untuk melihat dangdut koplo jangankan satu mobil satu truk pun saya siap, Tarek cak met hehehe.


     Siapakah Mbah Hambali Abu Sujak Ar-Ruslani Ini ?

Makam Mbah Hambali Abu Sujak Ar-Ruslani 

Salah satu dari rombongan kami ada murid Mbah Hambali Dia pernah menimba ilmu disini semasa mbah hambali masih hidup. Sebut saja Pak Slamet (nama di samarkan). Jadi Mbah Hambali Abu Sujak Ar-Ruslani ini yang tak lain adalah Pendiri Ponpes Al frustasiyah atau Lebih dikenal dengan nama Pon Bod Al Frustasiyah (Pondok Bodoh Al-frustasiyah).

Memang agak aneh memang nama pondoknya Mbah Hambali ini. Di jelaskan dari Pak slamet (teman Rombongan kami dari Tuban). Selain menjadi petunjuk untuk menuju ke lokasi juga menjadi narasumber bagi saya. Orang orang yang menimba ilmu di pondok (Pon Bod Al-Frustasiyah ) atau yang belajar ilmu agama disini. Umumnya banyak yang dari mereka yang mengalami depresi, frustasi atau orang orang yang hampir putus asa dengan keadaan hidupnya ujar pak slamet.

Yang lain dari cara mengajarkan murid murid di Pon Bod Al frustasiyah sewaktu dulu Kiayi Mbah Hambali Abu Sujak Ar-Ruslani masih hidup. Tidak seperti pondok pondok pada umumnya yang menggeluti kitab kitab, atau belajar di sebuah ruangan. Melainkan murid murid beliau di tempatkan di tambak miliknya, Dapur rumah, Sebagai penerima tamu, dan jadi tukang bangunan  untuk mendirikan pondoknya. 


Dari pemaparan Pak Slamet (salah satu murid Mbah Hambali) Jika seserorang atau muridnya itu ditempatkan di dapur masak kebanyakan mereka hafidz Al-quran terangnya. Pada saat saya berkunjung kesini atau ikut menghadiri acara haul Mbah Hambali Abu sujak Ar-Ruslani di Pon Bod Al-Frustasiyah pada bulan lalu (2/4/17). Salah satu bangunan tersebut ada yang menyerupai/ di desain seperti sebuah kapal. 



Salah satu tulisan di atas pintu kamar Pon Bod Al-frustasiyah

Setiap ruang atau pun kamar kamar tersebut, Di antara kamar atau ruangan pun ada yang di berinama Bascame Cah Bodoh Lan Setres. Memang tokoh seorang kiayi ini di kenal sebagai orang yang unik dan menempati relung hati setiap orang orang mengenalnya. Pondok Alfrustasiyah ini bisa dikatakan pondok cinta, Sebab setiap orang yang pernah mondok disini mempunyai kisah kisah yang berbeda beda. Sehingga untuk menghormati atau rasa kecintaannya kepada beliau ketika di adakan haul untuk Mbah Hambali ini, orang orang yang datang sangat buanyak sekali.


Jangan perdulikan apa kata orang coe, Perdulikanlah kata hatimu dan fikiranmu :)
Sosok ulama yang nyentrik yang mau menerima segala macam orang. Tidak memandang siapa kamu, dari mana asal kamu. Tidak seperti kebanyakan orang zaman sekarang ada yang bodoh, miskin, orang yang kurang baik. Tidak diberi petunjuk malah di pisuh pisuhi. Tidak di bantu malah di syukur syukurkan. Tidak sampai di situ saja malah terkadang kalau tidak se-paham malah di kafir kafirkan. Dunia memang udah berubah kali ya hehe. Sangat berbeda dengan tokoh ini. Beliau justru menampung orang orang tersebut. Semoga banyak tokoh ulama yang seperti ini.

Setelah mengetahui kiprah beliau yang kini di teruskan oleh putranya. Rasanya pengin sekali saya tak pulang ingin menetap di sini rasanya tentram damai. Namun,,, ???? Aaaa,,,,suudahlah, biarlah semua ini berjalan dengan seiringnya waktu. Dan ada banyak sekali cerita cerita yang di sampaikan Pak Slamet temen yang baru akrab di sebuah tempat beberapa waktu yang lalu. Sebagai mana pondoknya yang selalu di rubah, Hal hal yang tak lazim dilakukan pada umumnya dan lain lain. Terus terang yang saya herankan justru orang Tuban ternyata ada di mana mana. :)

  • Share:

You Might Also Like

9 komentar

  1. Badan kurang sehat akhirnya menjadi segar seketika dalam wisata rohani ke pondok pesantren
    malah jadi betah dan tak ingin pulang rasanya semoga wisata rohani ini penuh dengan kebaikan

    ReplyDelete
  2. Wah keren ya belum pernah coba nih wisata kuliner

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/one-day-trip-to-shirakawa-go.html/

    ReplyDelete
  3. Nama pondoknya unik sekali, tapi tak mengurangi wejangan yang di dapat di pondok pesantren tersebut.

    ReplyDelete
  4. Traveling kali ini sangat menarik, selain itu badan kurang fit pun sembuh seketika, saat sampai di pondok pesantren tersebut, soalnya dapat wejangan hidup. :)

    ReplyDelete
  5. Mmm..perjalanan yang berkesan, baru tahu kyai Hambali di Lasem.

    Ah.. Sudah tidak perlu dipikirkan, suatu saat jika berjodoh pasti mampir di lasem..

    ReplyDelete
  6. Makamnya bagus ya nggak berasa kalau sedang dikuburan jangan lupa kalau ziarah selalu ingat mati karena itu faidahnya

    ReplyDelete
  7. Baru dengar nama pondoknya aku nih..he
    Nambah pengetahuan nih, jadi tahu tentang tokoh Kiayi yang kharismatik :)

    ReplyDelete
  8. Wisata religi yang penuh makna ya, mas.. Mengenal sosok ulama nyentrik yang mau menerima semua macam orang, tanpa membeda-bedaknnya.

    Saya ijin share aja ya mas.. Semoga pengunjung blognya makin tambah ramai.

    ReplyDelete
  9. Penyampaian yang disertai sebuah guyonan seperti di atas, saya suka. Karena saya jadi tidak terlalu tegang dalam membaca penjelasannya. Hehe..
    Dan dari sini ternyata saya bisa mengetahui kalau di Lasem Jateng ada sebuah pondok yang unik dan nyentrik. Hehehee

    ReplyDelete

Demi kenyamanan bersama berkomentarlah yang relavan. Terimakasih kunjungan Anda