Membludaknya Penonton Ndangdut Koplo Bersama Om.Aurora live In Tpi Palang

9:14:00 PM




Tiga bulan yang lalu saya juga hadir di kota Bloro Jawa Tengah untuk menghapus rasa penasaran saya dengan alunan musik yang beraliran ndangdut koplo ini atau yang biasa kita kenal dengan OM (orkes Melayu) secara live tanpa ada batasan apapun kecuali dengan kuping dan mata tidak cuma mendengarkan lewat layar televisi maupun dari salon yang ada di rumah. Kini saya bisa kembali menikmati dan menyaksikan lagi dengan salah satu group musik dangdut koplo yang saya anggap venomenal dengan para musisinya beserta juga artis artisnya yang tak kalah jauh dari artis ibu kota Jakarta. Siapa lagi kalau bukan New Pallapa upsss salah Om Aurora maksut saya yang live show  di kota Ronggolawe Tuban. (21/05)



kali ini para musisi dan artis artisnya yang biasa  bersama New Pallapa itu tidak seperti biasanya mereka memakai bendera atau banner dengan nama Om Aurora.  Beberapa para pecinta dan penikmat musik ndangdut koplo yang seperti saya ini banyak yang jangkal dengan acara yang di adakan di Tpi Palang sabtu kemaren.  

Kenapa enggak pakai nama New pallapa sendiri ? Menurut saya yang masih menjadi warga asli Tuban. Ini mungkin terjadi karena sulitnya izin dari pemkab karena group musik ini tergolong musik papan atas sudah tak asing lagi di wilayah musik ndangdut koplo. Bisa juga ini hanyalah sebagai uji coba untuk daerah Tuban tepatnya di Tpi palang yang setiap tahunnya mengadakan acara seperti ini. Sukses apa enggak kalau memakai group musik yang sudah go nasional bahkan sudah go Internasional karena mungkin dari sebagian daerah menganggap Tuban masih sering anarkis. Ketika ada acara acara seperti ini. Adalah mungkin salah satu penyebab tidak memakai nama asli seperti biasanya.  Kayak bermain bola juga ternyata bermain musik yang besar juga ada uji cobanya.





Hal semacam ini bagi saya sudah tidak aneh lagi di Tuban pun sekarang juga seperti ini. Sudah Tak memperdulikan sebuah nama group namun kebanyakan yang di minati masyarakat luas itu para artis artis dan musisinya. Di dunia ndangdut sebuah nama group akhir akhir ini sudah tidak di perhitungkan lagi yang penting artis dan musisinya yang bertalenta itu sudah bisa mendatangkan ribuan penggemar.  Karena mereka (penikmat dan pecinta ndangdut) pada dasanya bukan menikmati sebuah nama group tetapi suara vokal artis dan suara musik yang di mainkan oleh para musisinya yang memiliki suara emas dan permainan musiknya yang memiliki ciri khas sendiri sendiri. 

Ini terbukti pada sabtu kemaren sejauh mata memandang di lapangan TPI Palang ribuan umat manusia hadir  menggoyangkan jempol disini tidak hanya dari dalam kota Tuban saja namun dari luar daerah pun cukup banyak yang hadir memadati lapangan TPI Palang yang berlokasi tepat di bibir pantai laut utara Jawa. 


Pemuda pemudi, cewek cowok, Anak Anak,  Ibu Ibu,  Embak embak, Bapak bapak tante tante, orang desa orang kota dan orang hutan hmm lengkap ada disini pokoknya, Tinggal milih hewhewhwe. 

Ini  baru memakai nama OM.AURORA yang juga masih di miliki oleh Juana Aurora yang kita kenal sebagai pimpinan dari NEW. PALLAPA.  Seandainya memakai nama NEW.PALLAPA sendiri mungkin tidak hanya ribuaan saja yang datang. Bisa bisa mencapai  jutaan umat manusia datang ke TPI Palang untuk melihat salah satu  group musik yang sangat fenomenal ini. 

Memang sudah tak asing lagi bagi kita yang masih menyukai musik dangdut kususunya dari New Pallapa tentu sudah tak heran lagi karena group ini tercatat sebagai salah satu group yang mempunyai fans page terbanyak di wilayah dangdut koplo dengan nama komunitasnya yang bernama  SNP INDONESIA ini berdasarkan like yang ada di facebook dan setiap daerah pun masih memiliki nama nama komunitas atau anggota group  lagi seperti yang ada di Tuban ini mereka mengatas namakan dirinya SNP RONGGOLAWE  TUBAN (PASGORO) itu pun masih di bagi lagi dengan korwil korwil yang meliputi wilayah kecamatan yang juga pastinya memiliki nama nama sendiri sendiri. 


Sangking buanyaknya penonton yang hadir disini saya datang dari rumah bersama empat kawan memakai dua roda besi saja terpecah belah sendiri sendiri tidak bersama lagi ketika memasuki lapangan Tpi Palang. Gara gara mencari tempat parkir yang saya anggap aman untuk saya tinggal untuk  menghapus rasa penasaran saya yang kedua kalinya ini. Baru setelah sekian waktu  kembali lagi berkumpul lagi di lapangan TPI PALANG bersama teman dari rumah dan para penikmat musik koplo lainnya.


Dari kabar berita yang saya terima sebelumnya acara ini di mulai pukul 12.00 wib saya sendiri nyampek di sini dengan berbagai halangan rintangan dan haluan seperti tadi baru nyampek tepat di lokasi sekitar pukul 13.20 wib kurang lebihnya. Acara ini sempat terhenti beberapa saat ketika kesalahpahaman terjadi di bawah panggung namun situasi kembali normal lagi hingga pukul 16.00 wib kurang lebihnya yang artinya berakhirlah sudah acara yang di gelar Oleh para sekumpulan nelayan ini.

Inilah yang tidak di harapkan oleh pemkab barang kali memunculkan sebuah keributan yang menyebabkan sulitnya izin bermain di bumi wali ini. Sehingga seperti apa yang saya katakan diatas tadi. Mengganti nama lain tetapi tidak meninggalkan musisi dan artisnya.

Acara yang megah dan sangat Venomenal ini dalam rangka tasyakuran para nelayan kecamatan Palang  atau sedekah laut untuk mewujudkan rasya sukurnya terhadap Tuhan yang maha esa dan untuk menjaga persatuan kesatuan antar nelayan kususnya serta turut melestarikan budaya dan kesenian yang asli daerah sendiri.  

Mungkin juga sebelumnya sudah ada serangkaian acara acara yang lain mengenai sedekah laut  atau tasyakuran laut ini sebagai tanda ucap syukur atau terimakasih kepada tuhan yang maha esa ini. Sehingga pada akhirnya sebagai rasa nasionalisme kecintaan mereka terhadap kesenian dan kebudayaan asli daerah lokal lalu mereka mengundang deretan artis artis dan musisi musisi dari daerah lokal yang berlingkup di seputaran provinsi  Jawa timur. Sebagai pelengkap hiburan dan pelestarian budaya asli  indonesia.


Di  kawasan TPI PALANG ini sepengetahuan saya setiap tahunnya selalu di adakan acara seperti ini yang  biasanya hannya mengundang para pelaku hiburan dari bumi ronggolawe sendiri. Bisa dikatakan  baru pertama kalinya mereka  mengambil hiburan yang di usung dari luar daerah kabupaten Tuban tepatnya dari wilayah surabaya dan sekitaran sidoarjo sana. kemungkinan kalau acara tahun ini dianggap sukses oleh panitia setempat bisa jadi mereka mengambil lagi yang seperti ini kita tunggu lagi di tahun selanjutnya.

Itu lah penyebab  TPI Palang yang penuh sesak oleh para ribuan penonton sabtu kemaren seperti ketika ada sebuah acara haul sunan bonang di Alon-alon Tuban. Dan sebuah nama tidak terbukti menyusutkan penonton atau penggemar musik ndangdut koplo pada umumnya walau sudah di ganti dengan Om. Aurora bukan New pallapa masih banyak yang berdatangan dari fans page yang berada di bawah bendera SNP INDONESIA kususnya dan dari para pecinta dan penikmat dangdut koplo pada umumnya.(Tuban Cinta Damai).




  • Share:

You Might Also Like

6 komentar

  1. Biduannya masih mudah banget gan,,,siapa tuch namanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu namanya Tasya romasla dan gerri mahesa gan, Salah satu penyanyi ndangdut koplo kondangnya jatim gann :D

      Delete
  2. weh keributan kadang sulit dielakkan kalau di keramaian

    ReplyDelete
  3. iya namun adanya gerakan atau komunitas seperti di atas jarang sekali ada keributan, :)

    ReplyDelete

Demi kenyamanan bersama berkomentarlah yang relavan. Terimakasih kunjungan Anda