Gagal Mengirim Surat : Janji Yang Harus Di Buktikan lagi

12:37:00 PM



Enggak gagal di mana saya ingin turut serta meramaikan sebuah lomba yang di adakan salah satu yang menamakan dirinya sebagai " Gerakan Tuban Menulis". Saya pun sudah menyiapkan ketika mendengar informasi tersebut namun setelah melihat Tanggal udah kedaluarsa sekarang. Jadi ya saya simpan disini aja dan ini pertama kalinya saya menulis surat dengan nada seperti biasa Tak jelas dan selamat menyimak surat saya ini.


Dengan segenap hormat dan tanpa mengurangi rasa hormat untuk engkau orang nomer satu yang ada di Bumi Wali tercinta ini.. Assalammuallaikum warohmatuallahi wabarrokatu salam cinta saya untuk engkau (Bapak H. Fathul Huda) selaku bupati Tuban dari seorang pemuda desa yang tinggal cukup dekat dengan pusat kota tuban tepatnya berada di desa Tlagacinta yang sekarang ini penuh dengan debu debu jalanan. 

Sebait surat cinta memang hanya ini yang bisa saya lakukan kepada engkau karena belum bisa bertemu langsung dengan bapak bupati dan surat cinta ini sekedar ingin mencurahkan harapan isi hati  buat engkau bapak H. Fathul Huda. 

Allhamdulillhirobbil alaminn, Engkau bapak bupati sudah dua priode ini bapak bupati telah berhasil mengambil hati nurani rakyat Tuban sehingga bapak bupati kembali untuk yang kedua kalinya duduk di kursi pemerintahan kabupaten Tuban untuk melanjutkan perjuangan membenahi kota Tuban tercinta ini.

Saya sangat senang bapak bupati beberapa kali telah mendapatkan piagam penghargaan di antaranya diberikan langsung oleh pakde karwo hingga sampai presiden Pak Jokowi telah engkau raih atas prestasi bapak yang sangat signifikan ini. Sedikit banyak itu telah membuktikan bahwa bapak bupati tidak diam dikursi jabatan saja sudah melaksanakan visi dan misi bapak sebagai seorang bupati.

Beberapa tempat lokalisasi prostitusi, maupun hal hal yang negatif  pun kini telah engkau tutup dan perlahan lahan kegiatan yang berbaur kemaksiatan dan penyimpangan prilaku masyarakat yang negatif telah engkau tumpas demi menjalankan tugas dan tanggung jawab seorang bupati yang berlatarkan kiayi yang tentu sudah sangat paham dengan hal hal semacam ini. 

Engkau mencoba tumpas habis semata mata untuk ketertiban dan keamanan masyarakat tuban agar menjadi sebuah kabupaten yang tertib, aman, damai  dan religius.

Namun untuk hiburan malam yang berkelas atas seperti cave cave pinggiran pantura yang glamour bin eksotis kelihatannya kok masih asik berdiri bersama lampu lampu kelap kelipnya malam apakah itu dikarenakan pajaknya yang terlalu tinggi atau gimana pak ?

Sehingga seolah olah telah lulus sensor dari penglihatan pemerintahan bapak. Sedangkan yang remang remang dengan lampu api yang khas telah engkau padamkan tanpa mengenal waktu.

Akhir akhir ini saya juga sering mendengar kabar berita dari media masa bahwa bapak tengah menjalankan sidak alias “blusukan” menyusuri jalan raya dari kecamatan kota hingga ke plosok desa bahkan bapak pernah juga ke salah satu tempat wisata yang sekarang lagi dibenahi. 

Bapak dikatakan sangat takjub dengan ke indahan alam tersebut. Saya mendengar kabar seperti itu sangat senang sekali bapak artinya dengan blusukan seperti itu bapak telah melihat langsung kondisi lingkungan masyarakat maupun tempat tempat wisata alam tuban yang sangat beragam ini. Pastinya bapak juga merasakan empuknya perjalanan bapak di atas mobil bukan. 

Lalu mengapa masih banyak yang memberitakan jalan banyak yang rusak tak kunjung di benahi. Ada juga beberapa jembatan yang rusak akibat sudah lamanya sehingga menyebabkan banjir yang memasuki rumah warga, yang juga belum ditanggapi. Banyak pula  tempat tempat pariwisata dituban yang tidak terawat dengan semestinya dari pemkab.

Bukankah udah satu priode berlalu bapak menjadi bupati. Mengapa baru akhir akhir ini terlihat kabar perjalanan yang empuk itu ? Ahg,, mungkin ini hanya pengetahuan seorang pemuda awam yang masih bodoh dengan media informasi yang sering simpang siur. 

Namun setidaknya yang hasil dari dunia nyata saya sudah cukuplah untuk mengidentifikasi bahwa pemkab pada umumnya kurang sigap, Contoh kecilnya soal jalan raya sekitaran desa saya ini.

Sekitar dua bulan yang lalu pun wartawan juga pernah memotret salah satu jalan raya desa kami hingga surat cinta ini diterbitkan pun masih tetap seperti yang dulu.

Salah satu anggota DPR pun pernah datang untuk menjaring aspirasi rakyat pada akhir tahun yang lalu. yang katanya ingin memberikan informasi kepada bapak mengenai keluh kesah masyarakat sini. Apakah seorang dpr itu Lupa atau gimana ?

Masih dari kaca mata awam seorang pemuda desa yang hanya bisa mencurahkan isi hati belum bisa untuk berbuat apa apa untuk Tuban tersayang ini, Seorang pemuda yang juga menyukai hal hal yang berbaur seni. Melihat kabar kabar gembira seperti itu saya sangat senang sekali apalagi bapak bupati banyak pula menghidupkan kembali seni tradisional yang ada dituban ini.

Namun untuk seni yang modern juga perlu diperhatikan lagi dan sedikit kasih mereka ruang gerak untuk tetap berkarya,, Jangan hanya memprioritaskan seni tradisional saja lantas seni yang modern lainnya seolah terabaikan tak ada ruang gerak untuk mereka. Yang menyebabkan mereka banyak yang tidak bergairah untuk mengibarkan nada nada sair irama melayu dibumi wali ini.

Bukannya saya mengoreksi pemerintahan bapak bupati semata mata ini demi kebaikan pemerintahan bapak yang senang mendengar curahan hati masyarakat umum.

Saya turut mendo’akan saja untuk bapak H. fathul huda selaku bupati Tuban yang berlatarkan seorang kiayi semoga selalu sehat selalu, tabah dan sabar. Yang sudah  mengabdikan diri kepada masyarakat tuban tentunya dengan niat ibadah. Kedepan semoga niat bapak dalam menjalankan tugas sebagai seorang bupati Tuban ini semakin berjaya, bermartabat dimata rakyat. 

Tunjukan bahwa bapak bupati tidak hanya sekedar memenangkan suara rakyat dengan iming iming janji janji bapak ketika kampanye. Bukan hanya mendapatkan sebuah penghargaan dari penguasa yang lebih menguasai. 

Namun bisa di buktikan dengan kerja yang lebih nyata dan lebih baik dari priode sebelumnya lagi. Mohon maaf kiranya surat cinta saya ini tidak jelas kepada engkau bapak bupati, Saya sekedar hanya mencurahkan harapan isi hati yang liar ini dan sekali lagi bahwa masyarakat pada umumnya bukan butuh janji namun bukti yang harus dibuktikan lagi. Dari saya Junaidi.


Ini surat gagal mengirim saya untuk mengikuti lomba yang dan ini pertama kalinya saya membuat hal semacam ini. Nah sekarang mana suratmu dulurd  menangkah kamu di acara lomba mengrasani ini hew,hew,hew ?


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Demi kenyamanan bersama berkomentarlah yang relavan. Terimakasih kunjungan Anda